Tampilkan postingan dengan label education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label education. Tampilkan semua postingan

Acer Slim Aspire E1: Partner ampuh bagi Generasi Modern dan Aktif

“Ah gue hari ini belum kirim surat kepada editornya”, ujarku di dalam hati  dengan muka yang sangat mencekam di dalam taxi yang terjebak kemacetan.  Seketika aku segera mengeluarkan Notebook dan tenggelam dalam pekerjaan yang hampir saja kelupaan.

Jakarta semakin macet. Berangkat macet, pulang macet.  Tentunya tiap orang punya cara berbeda. Saya dulu selalu mempunyai strategi untuk pergi lebih awal. Jika sebelumnya berangkat  pukul 6.30, maka dirubah menjadi pukul 6.00.  Namun, kemacetan ternyata terjadi lagi karena semua orang berpikir sama.  Keadaan inilah yang melahirkan wacana bring your own device (BYOD)  ke permukaan.

Notebook menjadi bagian yang paling penting dan krusial membantuku dalam mengakses berbagai  produktivitas pekerjaan yang tidak tergantikan apa pun.  Aku bekerja di dunia penulisan yang tidak bisa mengandalkan komputer abal-abalan .   Pekerjaan penulisan perlu kecepatan yang super cepat, dan  cukup dapat diandalkan untuk  bekerja dibawa kemana saja serta mempunyai kapasitas baterai yang sangat terpercaya.  Tipis, ringan, dan powerful,  Itulah yang menjadi jawaban atas masalah notebook sebelumnya, yakni berat, tebal, dan minim kemampuan.

Perangkat bagi si aktif
Sejak kemunculannya, saya sangat merekomendasikan emak-emak  untuk mnggunakannya.  Saya merasakan keberhasilan menggunakan notebook ini menjawab kebutuhan kita sebagai generasi aktif.  Orang yang aktif, mempunyai mobilitas tinggi, orang yang pada saat senggang tidak berdiam diri saja, tetapi terkadang menciptakan sebuah produk, karya, bercengkerama melalui media sosial dan membaca berbagai informasi di dunia maya.

Melihat kebutuhan itu, emak tidak usah  gusar karena  Acer Slim Aspire E1 telah menjawabnya dengan inovasi  yang didukung oleh performa intel@ processor didalamnya dan tampil keren  dengan notebook  slim yang paling tipis di kelasnya

Terobosan dari Notebook ,  tergolong paling tipis dari kelasnya, fitur penting tidak dikorbankan, optical drive masih ada, DVD-RW  tidakperlu menyediakan flash disk external) disediakan, 3 port USB. Bagi emak-emak yang tertarik menggunakan tapi terbentur masalah harga pasti tidak kecewa karena kehadiran nya dapat dirasakan karena ukuran yang lebih tipis ,bobot yang lebih ringan, karya masterpiece terbaru dari keluarga Acer, menghadirkan sebuah pengalaman tersendiri bagi emak-emak yang dibekali teknologi processor intel, yaitu processor fourth genereation Core 15 Hasswell dan 512 GB SSD.  Kesimpulannya peningkatan performa processor dibandingkan dengan sebelumnya Intel Celeron 877 dan Intel Celeron 1007,  performa Intel Graphics telah teruji lebih baik dari sebelumnya, daya tahan baterai untuk konten multi media 6 jam, untuk game 3-4 jam.

Spesifikasinya:
Model                    Acer Aspire E E1-432-29552G50 Laptop/ Notebook
Operating System    DOS
Processor                Intel® Celeron® 2955U Processor
                               - 1.4GHz, 2MB L3 cache
                               - DDR3 1600MHz, 15 W, supporting Intel® 64 architecture, Intel® Smart Cache
Chipset                    Intel
Display                    14" HD 1366 x 768 resolution, Acer CineCrystal™ LED
Graphics                  Intel® HD Graphics 4400, supporting Microsoft® DirectX® 11, OpenGL® 3.1,
                                Open CLTM1.1
Memory                  2GB DDR3 RAM (4GB DDR3L x 1 Max)
Storage                   500GB SATA HDD
Optical Drive          8X DVD Super Multi Plus Drive (M-DISC™ Ready Drive)
Card Reader           SD card reader
Network & Communication    Gigabit Ethernet, Wake-on-LAN ready
Acer InviLink™ Nplify™ 802.11b/g/n Wi-Fi CERTIFIED™
Bluetooth®             4.0

Acer Crystal Eye     HD webcam, 1280 x 720 resolution
Interface                One USB3.0 & Two USB 2.0 ports
HDMI™ port        with HDCP support & VGA port
Color                     Piano black & Silky Silver
Battery                   37 Wh 2500 mAh 14.8 V 4-cell Li-ion battery pack
Estimated battery life: up to 4.5 hour
Dimensions            342 (W) x 245 (D) x 14.4/25.3 (H) mm
Weight                     2.1kg






Keunggulan dan terobosan Acer Aspire E1-432 ini telah kita ketahui, juga kecantikan penampilannya. Dengan Acer Aspire E1-432, semua kebutuhan dan keinginan serta aktivitas sehari-hari kita menjadi lancar dan menyenangkan. Emak-emak semua termasuk dalam generasi aktif, mari mulai saat ini gunakan Acer E1-432 untuk produktivitas dan meningkatkan aktivitas kita

“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.”.


Read More

GENRE BLOGGER

Dunia  blogger makin keren dan makin kreatif .  Selalu ada yang berubah dan bergesr.   Ketika travelling menjadi suatu trend,  banyak para blogger menulis tentang  travelling. Demikian juga dengan fotography , para fotographer telah menuliskan bahkan menorehkan karyanya dalam  blog.  

Namun saat ini, ketika blogging atau blogger belum menentukan genre-genre  secara resmi.  Maka pergeseran terlihat secara kasat mata.    Pergeseran  dari sesuatu yang  “trend” menjadi sesuatu yang  “profesi”.

Penulis blogger yang berprofesi  seorang fashioner,  menuliskan dan  memposting foto hasil karya dan dirinya dalam sebuah posting.  Saya tertarik dengan genre terbaru dari 3  blogger yang sedang berkarya dalam fashion.   Mereka menuliskan dan menerbikan apa yang disebut  “fashion”.   Jika ingin melihat apa yang mereka tuliskan dan terbitkan dalam blognya , berikut ini adalah contoh-contohnya:    http://www.voguishdoodles.blogspot.com/  ;  http://dianarikasari.blogspot.com; http://dianarikasari.blogspot.com

Tentunya ini akan memperkaya dunia blogger.    Semua para profesional dapat menuliskan dan menggambarkan siapa dirinya dan memperlihatkan kepada dunia maya .   Keuntungan ini bukan hanya  untuk para profesional saja. Tetapi pembacanya akan  melihat bagaimana dunia dari profesional secara detail.  Profesi itu akan dapat dilihat dengan bahasa dan visual.  Sangat menyenangkan bukan.
Semoga genre itu tidak dibatasi dengan profesional saja , tapi makin luas sekali.   Ide dari para blogger yang makin aktif dan kreatif akan menambah kaya genre yang sudah ada dengan tercipta  genre yang baru. 


Mari berkreasi dan menciptakan sesuatu yang kreatif dan bermanfaat!

Read More

Pengalaman dengan Acer Aspire E1-432, keren penampilan, tipis, praktis dan mobile


Sadar bahwa saya perlu pengalaman premium yang terjangkau untuk dapat menikmati teknologi yang canggih, penampilan keren, membawa notebook tipis,praktis dan mobile adalah bagian hidup saya yang penting.

Apalagi sebagai penulis yang dituntut kreatif, mengejar waktu karena deadline yang tidak bisa ditunda, saya mempertimbangkan apakah saya perlu dan butuh Notebook Acer Aspire E1-432.


Membagi waktu yang kadang-kadang rutin, tapi kadang-kadang penuh dengan acara, memang perlu manajemen waktu yang super ketat.  Ternyata bukan hanya manajemen waktu saja, kerja didampingi dengan notebook yang dapat memenuhi kebutuhan saya adalah mutlak.


Sabtu, tanggal 31 Agustus 2013, saya mempunyai acara yang padat.  Pada hari itu saya harus ikut seminar sehari penuh dimulai jam 9 pagi hingga 15.30 sore.   Saya mengikuti seminar "Gramedia Narasi: A Creative Writing Master Class with Maggie Tiojakin".   Disamping itu saya mempunyai tugas menulis dua artikel yang harus diserahkan  pada hari itu. Satu artikel untuk diposting ke blog Detik.com dalam rangka ikut 30daysDetikNonStopBlog dan artikel satu lagi untuk dipersiapkan hari Minggu pagi.

Berhubung saya berangkat ke tempat seminar naik kereta api untuk menghindari kemacetan, maka terpikirlah untuk membawa personal komputer mini "Sonny VAIO" saya. Transportasi di kereta api belum nyaman.  Sulit mendapatkan tempat duduk karena banyak penumpang dari setasiun sebelumnya.  Makin bertambah banyak ketika masuk penumpang lagi dari setasiun berikutnya.  Ternyata prediksi saya tak meleset, dengan membawa personal komputer mini "Sonny VAIO" itu, saya tak repot membawanya.   Personal komputer mini itu dapat saya masukkan ke dalam tas, dan saya pikir akan saya pakai pada saat mengikuti seminar dan bekerja pada jam istirahat seminar.

Sebelum seminar dimulai, saya telah mempersiapkan personal komputer saya dengan kabel-kabelnya. Sayangnya tak ada "colokan" untuk memasang baterai.  Rupanya "colokan" terbatas hanya untuk multimedia dari nara sumber saja.  Saya pikir cukuplah baterainya karena saya telah "charge" full baterai semalaman.

Namun, belum sepertiga dari seminar, pada saat saya menggunakan personal komputer mini itu, tiba-tiba baterai mati. Terpaksa saya menulis hasil seminar secara manual. Begitu pula rencana saya untuk bisa bekerja pada saat istirahat, tidak dapat saya lakukan HP saya pun tak berfungsi karena tidak ada internet/wifi di ruangan itu.  Gagal total rencana kerja saya.  Sebuah kekhawatiran dan kegagalan karena soal personal komputer mini yang tak berfungsi dan bekerja secara penuh , habisnya baterai ketika perlu dipakai.

Mendambakan sebuah Notebook Acer Aspire E1-432 bukanlah hanya impian, saya telah membacanya dengan seksama. Dari penampilannya yang sangat tipis, buat saya yang perlu Notebook tipis,gampang, enteng dan mudah dibawa itulah kehebatannya.

Menghadirkan spesifikasi yang hebat dari prosesor. Prosesor Intel @ Dual Core Celeron@ Processor 2955U yang memiliki dua buah inti (dual core) dan berjalan pada kecepatan 1.40 GHz.  Bekerja efisien TDP 15 wat, baterai 4 cell, terintegrasi dengan Intel HP Graphics.Layarnya tipis "14" dilengkapi drive /DVD-RW, terdapat port USB 3.0, sangat cepat.  Untuk konektivitas dilengkapi Acer Nplify 802.11b/g/n dan Blueetooth 4.0. Nach, inilah spesifikasi yang sangat saya butuhkan, memiliki  Notebook dengan kecepatan tinggi dan bekerja efisien karena awet baterainya. Jadi emak, bagi emak yang suka online tak usah khawatir jika emak sedang berada di jalan raya , masih dapat bekerja, berinteraksi, berbisnis secara maksimal tanpa baterai mati seperti pengalaman saya diatas.

Acer Aspire E1-432 dibekali dengan Intel HD Graphics tertanam dalam prosesor berbasis Haswell berjalan kisaran frame rate ditas 30 fps.  Sejak pertama diperkenalkan, Acer Aspire E1-432 telah mendapat respons yang luar biasa dalam gaya mobile dan praktis serta canggihnya teknologi.

Telah diadakan pengujian benchmark sintetis, game terbaru seperti PES 2014, GRID 2, dan COD:  MW3 terbukti lancar dan nyaman, kisaran frame rate diatas 30 fps, menggunakan resolusi HD dan setting kombinasi medium-low.

Ayo, segera miliki dan bekali  pekerjaan mobil emak-emak dengan tipisnya, elegannya, serta kerennya Acer Aspire E1-432. 


"Tulisan ini diikutsertakan dalam event "30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia."




Read More

TIPS MENGHINDARI KEBOCORAN TABUNG GAS

"TOLONG, TOLONG KEBAKARAN", terdengar teriakan histeris dari tetangga depan rumah.

Kebakaran nyaris terjadi karena tabung gas yang dibelinya itu tak aman.  Kebocoran itu tak diketahuinya.
Sehingga ketika menyalakan kompor, udara yang dikelilingi gas itu dengan mudah menyambar api yang menyala.

Tips berikut ini adalah memperhatikan mengatasi kebocoran tabung gas:
1 Ada 2 hal yang sering menyebabkan kebocoran pada selang (hose) :
  • Gigitan tikus : Pada saat kita memasak jika ada percikan minyak goreng / kuah yang berbau amis mengenai selang bagian belakang kompor, dikarenakan lupa untuk langsung membersihkan dengan air sabun, maka pada saat dapur dalam keadaan sepi memungkinkan seekor tikus mencari makanan dalam dapur dan akhirnya menggigit selang yang berbau amis tersebut.
  • Selang (hose) yang retak dan bocor. Hal ini diakibatkan karena sudah termakan usia dan karena tidak ada perawatan, selang karet jika kadar airnya berkurang maka akan rapuh dan tidak lentur lagi, sehingga mudah retak, pecah bahkan patah. Jadi setiap bulan ada baiknya selang yang digunakan dikompres menggunakan serbet yang direndam air hangat dengan tujuan menjaga kelenturan selang.
NB : Cara pengecekan layak atau tidaknya selang adalah dengan cara dilengkungkan. Apabila sudah terlihat retak-retak merata dan kelihatan benang asbes warna putih di dalam, maka gantilah selang segera mungkin.

2 Kesalahan dalam pemilihan tabung pada saat pembelian (isi ulang).
  Tips-tips yang selalu harus diperhatikan dalam penggunaan tabung gas LPG :
  • Tabung yang layak digunakan bukan berdasarkan fisik luar / cat yang masih bagus, melainkan adalah tabung yang belum kadaluarsa. Anda bisa cek pada samping tabung tertera 4 digit angka berwarna putih. Contoh : 10-15, maka diartikan tabung masih layak digunakan hingga bulan Oktober tahun 2015.
  • Tabung gas bocor tidak dapat dilihat dengan kasat mata, jadi bilamana saat penggantian tabung terdapati bau gas, maka segeralah lumuri tabung menggunakan air sabun, bilamana air tersebut menggelembung, berarti tabung mengalami kebocoran. Segeralah anda melapor / mengembalikan tabung tersebut ke agen / penjual gas dimana anda membelinya.
NB : Untuk tabung ukuran 3 kg anda bisa cek kebocoran dengan merendamnya ke dalam bak air ataupun ember yang besar.

Perbedaan tabung asli dan palsu juga mudah sekali dilihat dari segi fisik. Tabung palsu terbuat dari bahan 'galvanis' dan tidak berkarat, catnya kelihatan cerah namun mudah mengelupas. Melainkan tabung asli terbuat dari bahan 'baja' dan cenderung berkarat, meskipun catnya tidak sangat cerah, tabung asli memiliki cat yang melekat kuat.

Tanda lingkar berwarna 'merah' pada bagian atas tabung merupakan tanda peringatan bahwa sekitar lingkaran merah adalah merupakan titik rawan tabung. Maka :
  • Jangan terlalu dekat dengan titik api, panjang selang adalah jarak ideal untuk mengatur jarak kompor dengan tabung.
  • Karena bahan tabung termasuk konduktor, maka jauhkan dari sumber listrik. (Paling tidak berjarak 1 meter dari saklar / stop kontak listrik).
  • Leher tabung tempat memasang regulator hanyalah sambungan drat. Maka, jangan sampai terkena benturan keras, dan jangan terdapati tekanan / beban yang berat.
  • Letakkan tabung gas pada tempat yang mempunyai sirkulasi udara yang cukup. Juga berikan alas di bagian bawah tabung untuk mengindari proses pendinginan akibat kontak langsung dengan lantai.

  • Pada saat membuka segel, periksalah selalu "karet seal / rubber shield" atau "klep" dalam leher tabung sebelum memasang regulator.
3. Pasang alat pencegah kebocoran kebakaran:

Read More

Focus Group Discussion Kompas Minggu

Bunyi dering  hp....."Hallo, ini Ibu Ina....saya ingin mengundang anda sebagai salah seorang  anggota dari Kompassianer untuk Focus Group Discussion."

Berhubung sekarang ini sering terjadi penipuan, saya masih tak tertarik dengan undangan itu.  Lalu, penelpon menanyakan beberapa pertanyaan seperti survey kecil dari data pribadi saya.  Sebenarnya, saya merasa antara percaya dan tidak percaya, apakah betul ini dari Kompas.     Mungkin nada saya terbaca, lalu, penelpon mengatakan, pasti ada undangannya kok Bu. Jangan khawatir.

Tahap selanjutnya, setelah menerima undangan. Saya bukan khawatir tentang penipuan, tetapi khawatir tentang persiapan apa yang harus saya lakukan untuk suatu diskusi. Biasanya tentu ada bahan-bahan yang perlu dipelajari sebelum suatu diskusi, paling tidak ada handout.   "Tidak ada, Bu," kata penelpon menegaskan ketika konfirmasi diberikan.   "Santai tapi serius saja", katanya lebih lanjut.

Undangan hari Sabtu tanggal 28 September tetapi hari Jumat dan Sabtu pagi saya terus menerus mendapat "sms reminder", mengharapkan kedatangan saya tidak terlambat dan sangat dinantikan.

Rasanya kok makin deg2an saja.

Hari Sabtu pagi jam 11.15 saya telah tiba di kantor Kompas yang begitu megah.   Saya pernah ikut seminar mengenai "A Creative Writing Master Class with Maggie Tiojakin" di gedung Kompas di Jl. Palmerah Utara,  sekarang saya harus pergi ke Gedung Kompas di Palmerah Selatan. Ternyata dari gedung pertama yang pernah saya kunjungi, saya bisa menembus ke belakang. Di sana ada gedung Kompas TV kemudian gedung Kompas di Palmerah Selatan yang sangat luas.   Mencari gedung ke 2 harus bertanya kepada Security.

Saya sangat terkesima dengan gedung yang menempatkan tokoh pendirinya dan filosophy hidupnya, Jacob Oetama, sosok visioner,humanis, karismatis. Media harus kembali  kepada kehidupan masyarakat yang makin meningkat pendidikan dan derajatnya,bukan hanya menularkan kemampuan teknis belaka, tetapi harus menularkan kecintaan pada ilmu pengetahuan, kebenaran, kemanusiaan.

Berhubung ada group pria yang masih berdiskusi, kami group perempuan, dipersilahkan makan siang.  Setelah makan siang, mulailah diskusi yang sangat ketat dimulai.

Pertama kami harus mengisi kuesionair, data pribadi, lalu kegiataan kami di hari minggu, media apa yang kami baca di hari biasa, di hari minggu, jam berapa,  total jam berapa. Sangat spesifik pertanyaannya.

Pertanyaan dari nara sumber yang saya ingat (sangat banyak):

1.  Jika ada discount di mall, kapan anda melihat surat kabarnya (hari apa)

2.  Apakah anda datang ke mall berdasarkan kebutuhan, atau jalan2, hangout atau alasan lain?

3.  Apa yang anda sukai dari Kompas?

4. Apa yang tidak anda sukai dari Kompas?

5. Jika harus dirubah, yang mana, dan apa penggantinya?

6. Koran minggu apa yang mempunyai kesamaan dengan Kompas. Diminta menceriterakan lebih

lanjut.  Kenapa ?  Berapa nilainya?

7. Pilihan layout (ada 3 dari tahun sebelumnya hingga sekarang) ; berikan alasannya.

8. Jika Kompas dipersonifikasikan, maka apa yang anda berikan kepada personifikasi, mohon

dijelaskan

9. Apakah dengan adanya perubahan dengan Kompas nantinya, maka personifikasi itu akan berubah?

10. Berapa nilai anda untuk masing2 kategori (wah ini dia,  saya hanya baca tanpa kenal kategori, sekarang

baru tahu dech)

Akhirnya, diskusi dari ibu-ibu, ibu muda, serta pemudi yang memakili pembaca kompas minggu, berakhir pada pukul 15.00 sesuai dengan jadwalnya.  Pulang dengan gembira karena mendapat goody (wow, buku berjudul "TTS pilihan Kompas", Anti pikun & Anti Stress, sesuai dengan usia saya....






Read More

LET IT GO AND LET GOD DO



Let Go Let God (live)   by  Olivia Newton-John

When you can’t find your direction
And your heart won’t guide you home
Let Go
Let God
When your dreams are broken in the dust
And you’ve lost the will to trust
Let Go
Let God

Let the signs remind you
We are passengers
Let the signs remind you
To surrender
To surrender
Let Go and Let God

When faith’s a dying fire
And there’s no spark to feed the flame
Let Go and Let God
When your courage fails you
And the well of hope runs dry
Let Go and Let God

Let the signs remind you
We are passengers
Let the signs remind you
To surrender
To surrender
Let Go and Let God

Let the signs remind you
We are passengers
Let the signs remind you
To surrender
To surrender
Let Go and Let God
Let Go and Let God
Let Go
And let God.

Akhir kata seperti syair lagu di atas … “when your dreams are broken in the dust and you’ve lost the will to trust … let go and let God … let the signs remind you … we are passengers … let the signs remind you … to surrender … let go and let God … “

Sadarilah bahwa di dunia ini kita adalah penumpang kapal milik Tuhan dan Alam Semesta … Dia-lah Nakhodanya … Perhatikan dan ikuti aba-aba Sang Nakhoda agar kita bisa tetap ikut dalam kapal Nya sampai ke tujuan dengan lebih cepat dan mudah.

Ok, indah sekali bukan lagu tersebut?

Apakah ini hanya sebuah impian ,sebuah lagu yang tak bermakna?    Tidak, ketika orang-orang yang mempunyai cita-cita, keinginan yang tak terpenuhi atau tak tercapai, tak sesuai dengan impian kita, maka orang akan kesal, sedih, dan bahkan depresi jika tak siap.

Mengenal nakhoda yang mengendalikan hidup kita adalah suatu kebahagiaan untuk bisa mencapai tujuan itu. Memang tujuan itu bukan kehendak kita, karena kehendak kita belum tentu baik. Hanya nakhoda yang mengetahui tujuan baik itu. 

Lalu, jika kita menyerahkan kepada Nakhoda, apakah itu mudah?   Sebagian orang dapat mudah melakukannya, namun, sebagian lagi tidak. Merasa diri sendiri hebat, tinggi hati dan tak terkalahkan, tak mungkin salah.  Itulah kesulitan dari mereka yang tak menyerahkan segala sesuatu kepadaNya.

Enaknya jika kita sudah berusaha dan menyerahkan kepadaNya,  Let it GO and Let GOD DO,  maka hidup perjalanan itu lebih mudah dijalani dan dinikmati.   Kerikil dan batu tajam akan dapat dijalani dengan makna penyerahan itu.


Read More

NARASI GRAMEDIA: a Creative Writing Master Class


Setiap orang dapat bercerita.  Namun, apa yang membedakan cerita itu bagus dan luar biasa?  Bila kita ingin mengenal dan menjadi pencerita yang hebat dan bagus, maka tepatlah jika kita menyimak a Creative Wrting Master Class yang disajikan oleh Maggie.


                                                 

Bersama Maggi, seorang lulusan creative writing di Harvard University, Writer’s Worskhop  di University of Masachusetts,Boston, Editor staff the Atlantic, Candlewick, penulis homeshooling ,Balada Ching-Ching, Winter Dreams, Fiksi Lotus,  mengajak kembali keada kita menilik apa arti bercerita, bagaimana cerita itu telah membantu peradaban manusia menarik benang merah tentang kehidupan dan proses bercerita.  Kita juga belajar mempreteli cerita untuk melihat dengan lebih teleti elemen-elemen yang membentuk cerita; serta bagaimana mengaplikasikan prinsip creative writing dalam proses ceritera.

 “Cerita adalah cara kita mengabadikan budaya hidup,” kata Maggie.  “Dengan memahami proses cerita, otomatis akan menjadi pencerita yang lebih baik lagi.”
Cerita bukan sekedar banyolan kosong atau hal yang kesuksesannya dicapai tanpa kerja keras. Tampilan Klip Video, lukisan, dan foto untuk mengilustrasikan poin kreatif dari karya-karya visual yang bercerita.

Begitu kayanya Maggie dengan pengalamannya memberikan contoh karya-karya dunia, membahas tentang cerita sebagai produk kreatif berkualitas. Bagaimana pencerita bisa mengimbangi tuntutan pasar dan idealisme cerita; serta memahami apa saja yang membuat cerita bisa berkembang dari bagus menjadi luar biasa.

Seminar dibagi dalam 3 bagian:
Sesi   I
·         Apa yang dimaksud cerita; serta fungsi dan cakupannya
·         Prinsip dan Fisiologi Cerita
·         Tentang Proses Bercerita
·         Cerita dan Creative Writing

Sesi II
·         Platform Cerita
1.       Visual Art
2.       Literature
3.       Performance Art
·         Rangka Utama Cerita
1.       Setting
2.       Karakter
3.       Tema
4.       Presmis
5.       Time Frame
6.       Genre
·         Desain Cerita
1.       Inti
2.       Limitasi
3.       Komposisi/Sekuens
4.       Karakterisasi
·         Struktur Ceritera
1.       Pembuka
2.       Insiden Pemicu
3.       Adegan
4.       Krisis
5.       Konflik
6.       Klimaks
7.       Denounement
·         Pemetaan Cerita
1.       Plot
2.       Mini Plot
3.       Anti Plot
·         Ide Cerita
1.       Pesan/Statement
2.       Pertanyaan
3.       Persuasi
·         Riset/Informasi Penunjang
Metode Riset
·         Style/Gaya bercerita
1.       Nada cerita/mood setting
2.       Pemilihan detail
3.       Penggunaan bahasa
4.       Eksposisi: bagaimana memperkenal background information atau karakter dan situasi dalam cerita
5.       Dialog:  mendefiniskan karakter lewat dialog

SESI III CERITA & PASAR
·         Contoh produk visual yang menggunakan cerita sebagai medium komunikasi
1.       Foto
2.       Trailer film
3.       TV Spot
4.       Short  Film
5.       Lukisan
·         Mengapa  kualitas cerita kontemporer semakin merosot?
·         Mengenali kelemahan cerita
·         Idealisme dan Pasar
·         Craft vs Talent

Read More

Mempersiapkan Anak Menghadapi Dunia Nyata


Membaca ulasan dari  Safir Senduk dalam harian Kompas mengenai judul diatas, saya sangat tertarik untuk lebih mendalam bahasannya.

Dikatakan oleh Safir bahwa rutinas belajar di sekolah adalah masa yang tidak menyenangkan baginya. Justru saat di luar sekolah adalah saat yang sangat menyenangkan baginya. Mengapa?  Karena Safir adalah type orang yang tak suka duduk berlama-lama dalam kelas, mendengarkan pelajaran yang tak disukainya.
Kesukaannya adalah bertemu dengan berbagai macam orang seperti guru, teman sekolah, orangtua.

Masalahnya adalah Safir ingin mengatakan bahwa belajar bukan hanya di kelas saja.  Belajar ada dimana pun, bahkan di luar kelas adalah mengenal karakter orang.  Di kelas pelajaran yang demikian beragam, mulai dari matematika, fisika, biologi, bahasa, seni dan sejarah adalah pelajaran dunia sehari-hari. Kebosanan terjadi karena materi pelajaran tidak mengarahkan kepada tujuan untuk kehidupan sehari-hari atau mengenal dunia nyata.

Dalam ulasannya lebih lanjut Safir membuktikan bahwa buku-buku  yang dibacanya seperti  Why "A" students Work for "C" Students, and "B" Students works for the Government., murid A hanya dapat menjadi murid akademis, belajar untuk meraih prestasi dan nila tinggi.   Murid B, murid birokrat yang tidak terlalu akademis tapi mengandalkan karier didan keuangan pada negara. Sementara murdi C adalah murid kapitalis. Yang selalu belajar tentang uang.

Dua orang tokoh dicontohkan oleh Safir yaitu Thomas Alfa Edison, penemu lampu dan pendiri General Electric. Type murid yang tak pernah berpikir jernih dan tak pernah menyelesaikan sekolah. Tapi dia berhasil menemukan hak paten atas penemuan dan bisa mengubah dunia.

Albert Einsten, seorang pemasli dan tidak disiplin.  Gurunya mengatakan tak jadi orang. Tetapi Dia berhasil menjadi seorang sains yang sangat berpengaruh di dunia.

Kedua model itu memang tak cukup mempresentasikan bahwa sekolah itu tak penting. Tapi paling sedikit ingin mengatakan bahwa mereka yang mempunyai pendidikan tinggi itu berhasil dalam segi birokrat atau eksekutif dalam perusahaan.  Tapi mereka yang berhasil dalam dunia bisnis adalah mereka yang yang ahli dalam berteman,bergaul, berhubungan baik dengan masyarakat dan berbisnis.

Tinggal pilihan pada kita, orangtua, untuk mempersiapkan anak , apakah anak kita ingin jadi seorang businesman, maka berikan pelajaran tentang uang , berbisnis sejak kecil.
Jika kita anak kita ingin jadi birokrat atau eksekutif, memang tugas utamanya adalah belajar di sekolah mencapai prestasi setinggi mungkin.

Read More

Lima Modus Penipuan terhadap Penulis Buku


Tulisan ini dikutip dari sebuah tulisan oleh Benny Rhamdani di Kompas, 2 Oktober 2013

Dunia tulis menulis hampir sama dengan dunia karier yang penuh dengan tipu-menipu.  Ada pihak-pihak lain yang ingin mengambil keuntungan dari penulis.  Sehingga tak jarang penulis akan mengalami kerugian baik itu materi, psikis maupun harga diri.

Di bawah ini adalah beberapa modus penipuan yang dilakukan kepada penulis:

Mengaku sebagai Editor Buku
Modus ini paling lazin dilakukan.  Sebagai editor, pelaku menjajikan penulis bahwa bukunya akan diterbitkan dengan syarat membayar sejumlah uang.  Untuk mengantisipasinya, cek identitas, kredibilitas editor. Sejogyanya seorang editor tak diperkenankan meminta imbalan kepada penulis.Justru penulis yang akan mendapat royalti begitu bukunya diterbitkan.

Mengaku sebagai penerbit
Banyak penerbit abal-abalan yang mengaku sebagai penerbit dengan dalih mendapatkan target mencuri naskah dari calon penulis. Meskipun tidak minta imbalan, Anda harus tetap mengecek validitas penerbit sebelum mengirim naskah, antara lain bertanya kepada sesama penulis buku.

Mengaku kenal dengan penulis terkenal
Pelaku berjanji dapat mempertemukan dengan penulis terkenal supaya Anda dapat bimbingan menulis atau bahkan berduet dalam pembuatan buku. Jangan mudah percaya sampai Anda betul langsung berhubungan dengan penulis yang dimaksud.

Mengaku sebagai agen naskah
Agen naskah biasanya meminta royalti atau uang muka royalti bila naskah diterbitkan. namun, ada kasus saat buku terbit, nama yang tercantum di sampul buku bukan nama Anda. Untuk antisipasi buat perjanjian tertulis dan detail dengan si agen berisi hak dan kewajiban penulis.

Penerbit berlaku curang
Setelah buku terbit dan terjual laris, penulis hanya mendapat sedikit royalti.
Penulis tidak pernah mendapatkan perjanjian tertulis dari penerbit. Jadi jangan mudah percaya kepada penerbit. Harus ada perjanjian tertulisnya.
  
Read More

Danone



Following is my  wishlist .   Wish me luck!



 Danone is one of my big clients when I worked at the foreign big bank in Jakarta. To my knowledge, I was impressed in what Danone has done and has developed their business from the starting point to the growing up large company. Not only the business side, that I need to point up but the the work environment , the social contributor/responsibility that was built in this company.
The more I know the company, the more I deeply the culture and work ‘s environment in this company. I felt in love to be one of the staffs there. But, my last destiny was not up to there.
Still, there are so many wishes that my dream may be come true.
1.      One day my daughter who now is studying at Digital design in Melbourne, could contribute with this company. Contribute in joining and making the greater campaign of sales marketing.
2.      No matter the social and economic business had been balance in Danone, I wish there will be better communication among all of the workers, staffs, bosses.
3.      Path career that I wish could be beter in Danone, by having a better training programs, performance job reviewers and last but not least recognation to those had been great contributor to this company ie. Service excellence, job excellence.
4.      Achievement of brand, business target, reduction in carbon foot prints is valuable, but the wish that I may suggest, it had to be evaluated continously as business did not go as usual.
5.      Your employees is the best asset. I wish your encouragement from the top level to the lower one should be done forever.
Read More
Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...