"Kiat Seorang Entrepreneur Menghadapi Persaingan"

TULISAN INI  BERHASIL SEBAGAI PEMENANG KE II:


Ketika seorang entrepreneur menjadi seorang pemimpin dari  usahanya, maka dia harus mempersiapkan diri untuk menghadapi persaingan yang makin ketat tiap hari/tiap tahunnya.Jika dia tak siap dengan strategi yang jitu dan tepat, maka pesainglah yang akan mengambil tempat sebagai market leader.   Di tiap industri, apakah itu retail, atau industri manufaktur,  diperlukan seorang entrepreneur yang tangguh mental,  siap jatuh bangun, konsistensi dan kemampuan untuk menata kembali jika usahanya bangkrut.

Persaingan kadang-kadang sehat, tetapi  seringkali pesaing menggunakan cara-cara tidak sehat dalam memenangkan bisnis.   Mereka menggunakan cara yang  tidak terpuji  untuk menarik perhatian konsumen misalnya dengan iming-iming hadiah.   Tidak hanya hadiah , mereka juga memberikan bonus dan membanting harga untuk menarik konsumen.
Menghadapinya, tentu seorang entrepreneur tidak perlu gentar.  Jiwa dan kekuatan seorang entrepreneur adalah percaya diri, membangun  kepercayaan yang solid dan kokoh dengan konsumen.   Jika ia menjadi seorang sosial entrepreneur,  ia dapat  membagikan ilmunya  kepada  oranglain untuk dapat menjadi seorang entrepreneur baru.  Ia tak takut kehilangan bisnis karena dengan pengamalan ilmunya, dia membuat orang lain mampu mandiri dan menjadikan jaringan bisnis juga bagi dirinya.  Sebagai contoh seorang tunadaksa , Umar Husein, dialah orang yang berjuang untuk mandiri dan berwirausaha.  Ia rangkul teman-temannya sesama tunadaksa untuk berdiri di atas kaki sendiri, bahkan mereka dengan nasib yang lebih beruntung.

Seorang entrepreneur  harus dapat  memimpin  orang  atau disebut   people expert.    Perubahan bisnis begitu cepatnya. Begitu juga  perubahan manusia.  Sikap dan manusia berubah mengikuti perkembangan teknologi.  Jika seorang entrepreneur berprestasi 10 tahun yang lalu, belum tentu prestasinya masih berlaku saat ini.  Dia harus mengantisipasi golden eggs baru.   Memang di zaman dulu di era industrial, ketrampilan dapat dipakai berulang-ulang.  Tapi itu sudah lewat.  Sekarang, seorang entrepreneur atau pemimpin perlu menyiapkan pembuat perubahan.  Dia harus gemar berubah, jika tidak ia akan menjadi beban bagi teman-teman atau bawahannya.  Dengan demikian fokus harus lebih banyak kepada bobot manusia, sumber daya yang paling canggih di perusahaan.   Dia mampu mendorong  bawahan secara pribadi dan emosional, kemampuan mengangkat self interest bawahannya.    Kemampuan ini sering disebut dengan soft  skills.   Hal ini tak bisa dianggap enteng karena justru inilah kemampuan yang penting disamping kemampuan ketrampilan bisnis.

Ujung tombak dari seorang entreprenur adalah bagian pemasaran.   Menghadapi persaingan yang super ketat, sebaiknya tak terjebak dengan target penjualan yang sangat keras yang diterapkan kepada  sales man.   Kebanyakan kualifikasi dari salesman yang diharapkan adalah mereka yang mampu mencapai target tanpa mengingat  bahwa ciri-ciri berempati  dengan memiliki  ego drive dan ego strength yang kuat.   Hal ini disebut dengan soft skills.  Organisasi karyawannya  perlu dibuat seperti laboratorium manusia. Subjeknya adalah para entreprenuer itu sendiri  dengan membangun dominasi komunikasi dengan bertanya ,mendengar serta mendapat berita dari luar, berdiskusi dengan prinsip kesejajaran. Dan saat itu akan dirasakan kemanusiaan dari setiap anggota  tim untuk seorang entrepreneur sejati.

Apabila bisnis entrepreneur adalah jasa, maka  empati akan memiliki makna dalam dalam keberhasilan bisnisnya.  Perkenalkan kepada setiap karyawan bahwa  bidang pelayanan pelanggan, empati yang ditambah dengan tindakan nyata akan berdampak positif.   Pelanggan akan merasakan dan mengalami bagaimana komunisi dan empati yang dibangun itu menjadi value added pengalaman untuk memilih  jasa yang ditawarkan.   Dampak luar biasa dari pelanggan inilah yang membuat pelanggan tetap setia memilih jasa kita walaupun di luar sana banyak saingan yang  sama harga dan kualitasnya.

Ketika perusahaan industri motor, mobil, sepeda  harus berkompetisi dengan ketat, entrepreneur dapat  menciptakan  alat pemasaran baru yaitu dengan komunitas. Komunitas  menjadi sarana komunikasi untuk meningkatkan kualitas produk.   Ketika para komunitas berkumpul, mereka akan mengadakan acara-acara tertentu, lalu mereka akan membuka ide untuk perusahaan menggali suatu produk tertentu yang diinginkan inovasi lebih lanjut.

Setiap entrepreneur tidak boleh berhenti melakukan inovasi pemikiran.  Inovasi pemikiran meliputi inovasi produk, karyawan, segala hal yang berhubungan dengan  perusahaan atau usahanya.  Begitu berhenti, maka  inovasi pun akan direbut oleh kompetitor dan pasar pun akan hilang digantikan oleh kompetitor.    Mengasah, menemukan ide baru baik oleh entrepreneur atau tim, karyawan akan membawa perusahaan  menjaga keberlangsungan usaha yang tak lekang diserbu oleh persaingan.


 Tulisan ini diikut-sertakan dalam Lomba Kontes Esai   "Ciputra  Entrepreneurship 2013:





Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...